Kehidupan Islam: Menjalani Ramadhan di Jepang

Kehidupan Islam di Jepang

Hari itu, malam keduapuluh sembilan bulan Februari 2016, aku bersama putriku sedang menanti di ruang tunggu Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk selanjutnya terbang menuju Jepang dengan maskapai penerbangan Nasional Indonesia. Perjalanan keluar negeri pertama bagi kami.

Sebagai warga muslim, saat akan datang ke Jepang, tidak dipungkiri tentu pernah terlintas dalam benak tentang bagaimana menjalani kehidupan islami di Jepang. Mulai tentang dimana tempat ibadah, bagaimana menjalankan ibadah di negara yang Islam menjadi minoritas, tentang makanan halal atau tentang sosialisasi dengan komunitas muslim lainnya. Alhamdulillah, setelah dapat merasakan kesempatan untuk tinggal di Jepang, aku bisa berbagi sedikit pengalaman tentang Kehidupan Islam di Jepang.

Berikut ini sepenggal cerita tentang Ramadhan Pertamaku di Jepang.

Ramadhan di Jepang

Hari keenam bulan Juni 2016 adalah hari pertama aku merasakan nikmatnya sahur di Tsukuba. Kota yang telah dipilih oleh Pemerintah Jepang sebagai Kota Ilmu Pengetahuan pada tahun 1963, sehingga menjadikan kota ini terkenal dengan julukan Tsukuba Science City. Kota ini hanya berjarak sekitar 60 km dari Stasiun Tokyo dan dapat ditempuh kurang lebih satu jam dari sana dengan menggunakan moda transportasi bus. Dengan ridhoNya, akhirnya aku bisa berangkat menyusul suami yang telah setahun lebih dahulu berada di Jepang, untuk menempuh tugas belajar di Universitas Tsukuba, salah satu icon kota ini.

Cuaca di Jepang saat bulan Juni sudah mulai panas dan cenderung turun hujan, hal ini karena telah memasuki masa peralihan antara musim semi, 春 (baca: haru) menuju ke musim panas, 夏 (baca: natsu). Suhu udara biasanya berkisar antara 25O~33OC. Periode peralihan musim ini berlangsung antara bulan Juni sampai dengan pertengahan bulan Juli.

Saat pelajaran bahasa, 先生, baca: sensei (sebutan untuk guru dalam bahasa Jepang) menjelaskan bahwa khusus periode peralihan musim semi menuju musim panas saja yang memiliki sebutan tersendiri yaitu 梅雨, (baca: tsuyu). Kata 梅雨terdiri atas dua kanji. Kanji 梅 bisa dibaca うめ、ume, (Kunyomi, Japanese reading) dan dibaca つ、tsu, (Onyomi, Chinese reading), yang artinya buah plum. Sedangkan Kanji 雨 bisa dibaca あめ、ame, (Kunyomi, Japanese reading) dan dibaca ゆ、yu, (Onyomi, Chinese reading), yang artinya hujan. Jadi bila secara harfiah, makna dari kanji 梅雨 adalah hujan plum. Jadi pada musim tsuyu ini merupakan saat berbuahnya pohon buah plum, atau di Jepang lebih sering dikenal dengan buah ume, yakni di saat musim hujan.

Malam hari sebelum waktunya santap sahur, aku memutuskan untuk tetap terjaga selepas sholat Isya, meski mata sudah mulai berat menahan kantuk. Pilihan yang harus diambil kala itu, karena khawatir akan kebablasan alias terlewat untuk bangun sahur karena ketiduran. Hari pertama puasa di Jepang, kami bersantap sahur sekitar pukul 01.45 JST (Japan StandardTime). Sahur terdini buatku bila dilihat dari waktunya. Karena selama di Indonesia, waktu bersantap sahur biasanya dimulai sekitar pukul 03.00 WIB.

Bulan Juni, periode siang hari lebih panjang dari malam hari. Ini terjadi karena belahan bumi bagian utara menerima sinar matahari lebih banyak dari pada belahan bumi bagian selatan. Berbalikan dengan Jepang, di bulan keenam ini negara di belahan bumi bagian selatan seperti Australia dan New Zealand akan mengalami malam hari yang panjang. Hal itulah yang menyebabkan bila bulan Ramadhan jatuh di periode musim panas, lamanya durasi berpuasa kaum muslim akan menjadi lebih panjang.

Di hari pertama puasa, kami melaksanakan sholat Subuh pada pukul 02.30 JST dan berbuka puasa saat Adzan Maghrib di pukul 18.55 JST. Kali pertama beribadah puasa lebih dari 14 jam, durasi puasa yang dilakukan saat berada di Tanah Air Indonesia. MashaAllah. MashaAllah. Dan kian hari periode siang hari akan semakin panjang, karena menjelang puncak musim panas.

Selain mendapatkan pengalaman untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan di Jepang bertepatan dengan musim panas, hal lain yang berkesan adalah saat mengikuti aneka kegaiatan ibadah di rumah Allah. Sungguh suatu nikmat bagi kami kaum muslim yang tinggal di Tsukuba, karena bisa menemukan tempat ibadah yang tidak terlampau jauh dari kawasan kampus universitas.

Masjid Tsukuba beralamat di 315-10 Kaname, Tsukuba-shi, dengan kode pos: 300-2662. Hanya berjarak sekitar 2,5 km sebelah Timur dari Hall milik Universitas Tsukuba. Masjid ini dulunya adalah sebuah bangunan tua, namun setelah diakuisisi oleh komunitas muslim di Tsukuba, Indonesia salah satunya, bangunan tersebut secara resmi dipergunakan untuk aktivitas ibadah. TIA atau Tsukuba Islamic Association merupakan organisasi resmi yang menaungi Masjid Tsukuba.

Selama Ramadhan, selain aktivitas sholat berjamaah di lima waktu dilakukan juga ibadah sholat Tarawih berjamaah yang dilakukan mulai sekitar pukul 20.15 JST. Yang paling berkesan adalah bisa mendengarkan secara langsung lantunan bacaan Al-Quran oleh saudara muslim yang bertindak sebagai Imam sholat. Biasanya selama ini, mendengarkan lantunan bacaan Al-Quran oleh saudara muslim dari negara lain hanya melalui platform youtube saja. Selain itu saat sholat tarawih ada target surat yang dibaca setiap harinya, satu juz Al-Quran setiap satu malam. Sehingga dalam satu bulan Ramadhan tiga puluh juz Al-Quran akan tuntas dibaca. MashaAllah.

Selain kegiatan ibadah sholat, pengalaman spiritual baru yang aku rasakan di kota yang memiliki mascot binatang berupa burung hantu ini, adalah Ifthor, yakni kegiatan berbuka puasa bersama di Masjid. Yang membedakannya dengan kegiatan ifthor di Tanah Air adalah di sini kami bisa berkumpul dengan komunitas muslim dari berbagai negara.

Agenda berbuka puasa di Masjid ini dilaksanakan setiap akhir pekan, hari Sabtu dan/ atau Ahad, dimana setiap pelaksanaannya akan disiapkan oleh komunitas negara yang berbeda-beda.

Di Ramadhan 1437 H lalu, Komunitas Indonesia mendapat urutan ketiga untuk menyediakan menu Ifthor di pekan ke 3 Ramahan, setelah sebelumnya giliran komunitas Arab diikuti komunitas Bangladesh. Saat itu paket makanan yang disiapkan adalah sejumlah 350 pcs.

Dalam menyiapkan menu paket makanan (bento  pack) tersebut, tentu saja sambil juga memperkenalkan kuliner dan citarasa Indonesia, yakni Rendang, yang telah sedikit diubah level kepedasannya supaya dapat diterima di lidah komunitas muslim lainnya. Penasaran dengan seperti apa menu Ifthor saat itu, bisa cek di gambar berikut ini.

Kehidupan di Jepang: Ramadhan di Jepang
Menu Ifthor Ramadhan 1437 H

Rincian menu yang disiapkan oleh Komunitas Indonesia adalah: Nasi Putih, Rendang, Sambel Goreng Kentang Telur Puyuh, Tahu Isi, Ayam Karaage dan Salad. Untuk menu Takjil, kami bekerja sama dengan Komunitas Malaysia.

Untuk mempersiapkan menu ini, kami komunitas muslim dibagi menjadi beberapa tim berdasarkan menu dan jobdesk, yakni Tim nasi, tim rendang, tim salad, tim sambel goreng kentang, tim tahu dan ayam karaage serta tim packing.

Ifthor merupakan salah satu kegiatan tahunan yang hampir melibatkan seluruh Komunitas Indonesia yang ada. Bisa dibayangkan kan, dengan jumlah porsi paket makanan yang hendak disiapkan, tentu membutuhkan jumlah personel yang cukup banyak. Komunitas Indonesia yang berada di Tsukuba sebagian besar berstatus pelajar/mahasiswa/atau peneliti di Research Centre dan/atau keluarga dari pelajar/mahasiswa/peneliti tersebut, sehingga memiiki kemampuan memasak yang tidak sama. Namun hal ini bukan menjadi penghalang, dengan merantau jauh dari Tanah Air tercinta membuat tangan-tangan para mahasiwa/peneliti dan keluarga mereka, menjadi terasah untuk bisa mengolah berbagai macam masakan khas Indonesia. Bagaimana menjadi tidak terasah? Masing-masing kami secara “terpaksa” harus terjun ke dapur supaya bisa menikmati masakan Indonesia yang selalu dirindukan. Dari yang dulunya jarang atau tidak pernah masuk dapur, dengan merantau mau tak mau akhirnya harus berjibaku dengan kompor dan panci penggorengan untuk bisa sekedar menikmati nasi goreng dengan topping telur ceplok sebagai menu sarapan atau menu bento yang akan dibawa sebagai bekal makan siang di kampusnya.

Meskipun saat pelaksaan kegiatan ini dibagi menjadi beberapa Tim berdasarkan menu, kegiatan ini juga menjadi salah satu sarana mempererat hubungan silaturahim dalam komunitas kami. Waktu berdiskusi untuk membicarakan progres kegiatan menjadi lebih intens, berbelanja kebutuhan Ifthor, menyiapkan bahan, dan memasak bahan, mengemas beberapa menu ke dalam satu wadah dengan jumlah ratusan, saling mensupport satu sama lain, rasa lelah yang dirasaan bersama-sama serta rasa lega yang dirasakan saat kegiatan ini telah selesai. Semua tentu mendapatkan kesan  bahagia dan lega. Semua orang ingin berlomba-lomba untuk berkontribusi dengan maksimal untuk bisa meraih keberkahan dan pahala dalam menyiapkan hidangan pembuka bagi orang yang sedang berbuka. 

Pengalaman spiritual lain yang aku dapatkan adalah bisa bersilaturahim langsung dengan Muslimah dari berbagai negara. Ya, ini adalah kali pertama aku keluar negeri sehingga bisa bertemu dengan banyak musimah berbagai negara seperti Mesir, Arab Saudi, Bangladesh, Maroko, Iran, Pakistan, India dan masih banyak lagi, tentu sangat berkesan bagiku. Banyak hal yang bisa aku amati dan pelajari. Meskipun kami sama-sama Muslimah tapi memiliki cara berpakaian dan gaya berbicara yang berbeda. Bahkan tidak jarang pula kami memiliki perbedaan terhadap ilmu fiqih, bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia baik dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun dengan Tuhan. Awalnya sempat terkejut dengan perbedaan yang ditemui, namun dari situ aku memahami bahwa perbedaan pendapat pasti akan terjadi karena keluwesan dan keluasan dari ilmu fiqih itu sendiri. Tentu setiap muslim/muslimah telah memiliki keyakinan terhadap aliran fiqih yang dianut, yang terpenting adalah kita harus saling menghargai terhadap pilihan mereka. Itulah salah satu hal yang menunjukkan luas dan indahnya Islam.

Banyak sekali pengalaman spiritual yang dapati selama menjalankan ibadah Ramadhan pertama di Tsukuba. Semoga pengalaman ini menambah tingkat keimanan serta ketaqwaan kepada Allah.

Sumber bacaan :

Tsukuba, Kota Ilmu Pengetahuan

Jepang, salah satu negara tujuan wisata bagi turis dari berbagai negara di dunia. Banyak hal yang menarik ditawarkan oleh salah satu negara yang berada di Asia Timur ini. Salah satunya adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada satu kota yang berada di Pulau Honsu yang identik dan bahkan mendapat sebutan Science City.

Kehidupan di Jepang: Tsukuba, Kota Ilmu Pengetahuan

Tsukuba adalah salah satu kota yang terletak di Perfektur Ibaraki yang merupakan salah satu pusat pengembangan ilmu dan teknologi terdepan di dunia. Badan Antariksa Jepang serta hampir sepertiga dari pusat pengembangan ilmu dan teknologi terbesar di Jepang berpusat di kota ini. Sekitar 40% dari peneliti atau ilmuan Jepang bermukim di kota yang terletak di Regional Kanto Perfektur Ibaraki ini. Peneliti tersebut tidak hanya warga Jepang saja namun juga berasal dari berbagai negaraf yang datang untuk melakukan penelitian di berbagai bidang ilmu dan teknologi. Sehingga tidak salah jika kota ini dikenal dengan sebutan Tsukuba Science City, Tsukuba Kota Ilmu Pengetahuan.

Kehidupan di Jepang: Kota Tsukuba
Maskot Kota Tsukuba, フクロウ、Fukurou, yakni Burung Hantu

Kota yang memiliki maskot hewan berupa フクロウ, (baca: Fukurou) yakni Burung Hantu, berlokasi sekitar 50 km di arah timur laut Kota Metropolitan Tokyo dan memiliki luas wilayah 284,07 km persegi. Pemandangan alam di kota ini didominasi oleh Gunung Tsukuba yang terletak di sebelah utara dan Danau Kasumigaura di sebelah timur kota.

Di tengah kota selain terdapat Taman Kota yang terkenal dengan sebutan つくば中央公園, (baca: Tsukuba Chuuo Kouen) dan Perpustakaan Kota, つくば中央図書館(baca: Tsukuba Chuuo Toshokan), terdapat juga Tsukuba Expo Centre yang di dalamnya banyak menampilkan ilmu pengetahuan secara interaktif kepada anak-anak dilengkapi dengan Planetarium. Tidak jauh dari Taman Kota Tsukuba, ada JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency ) di dalamnya terdapat ruang pameran yang menampilkan mesin roket serta serta eksplorasi ruang angkasa.

Kehidupan di Jepang: Kota Tsukuba
Badan Antariksa Jepang, JAXA (Japan Aerospace Exhibition Agency)
Kehidupan di Jepang: Kota Tsukuba
Mesin Roket yang dipamerkan di Badan Antareiksa Jepang, JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency)

Kota ini memiliki suasana pedesaan, santai, dengan deretan pohon di jalan dan memiliki hampir 100 taman. Kota Tsukuba mengadakan berbagai festival sepanjang tahun, termasuk festival internasional di bulan Mei, dimana para penduduk lokal dari lebih dari 100 negara bisa berbagi tentang budaya masing-masing, dan mempromosikan pemahaman antara warga Jepang dengan warga asing.Kota Tsukuba juga menyediakan berbagai informasi dalam bahasa Inggris dan bahasa lain dalam situsnya.

Mengutip informasi dari wikipedia, pada September 1963 kota Tsukuba dipilih oleh pemerintah Jepang sebagai kota ilmu yang baru untuk Jepang setelah mengalahkan tiga kandidat kota lainnya, yakni Akagi, Natsu dan gunung Fuji. Sekitar dua puluh lima tahun kemudian, tepatnya 30 November 1987, Kota Oho, Toyosato, Yatabe, dan Desa Sakura digabungkan menjadi Kota Tsukuba. Kota ini terus diperluas wilayahnya dengan digabungkannya Kota Kukizaki pada 1 November 2002.

Jarak dari Tsukuba menuju Tokyo bisa ditempuh dalam jangka waktu lebih dari 1 jam dengan menggunakan Tsukuba Express (kereta), dan juga tersedia bis yang menghubungkan Tsukuba dengan bandar udara lokal utama seperti Narita, Haneda, dan Ibaraki. Dari Kota Metropolitan Tokyo, Tsukuba bisa dijangkau baik dengan menggunakan moda transportasi bus maupun kereta.

Kehidupan di Jepang Masa Pandemi: Ini Solusi Para Ibu Profesional Rantau di Asia

Kehidupan di Jepang Masa Pandemi: Ini Solusi Para Ibu Profesional Rantau di Asia

Tanggal 7 April 2020 lalu Status Keadaan Darurat atau 緊急事態宣言, (baca: kinkyuu jitai sen gen), resmi diberlakukan pada tujuh Prefektur di Jepang, antara lain Tokyo, Kanagawa, Saitama, Chiba, Hyogo, Osaka dan Fukuoka. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19 semakin meluas,  melindungi nyawa dan kesehatan masyarakat dengan menekan efek ekonomi sekecil mungkin. 

Dengan penetapan Status Keadaan Darurat ini aktivitas yang umumnya dilakukan setiap hari menjadi harus dibatasi, atau bahkan ditunda sementara waktu. Misalnya mengupayakan teleworking, menghindari acara berkumpul, mengurangi kegiatan makan bersama selain dengan keluarga dan mengurangi aktivitas keluar rumah hanya untuk keperluan terdesak saja. Apabila masih harus bepergian ke luar rumah, warga dihimbau untuk menghindari rush hour, hindari keramaian, menjaga jarak dengan orang lain, selalu memakai masker agar droplet tidak tersebar untuk penularan dari/ke orang lain. 

Untuk aktivitas belajar mengajar di sekolah pun merasakan pengaruhnya. Masa liburan sekolah menjadi dimulai dua minggu lebih awal, yakni sejak minggu pertama di bulan Maret. Selain menjadi lebih awal, masa libur ini juga diperpanjang, yang tadinya direncanakan sampai 19 April berubah menjadi sampai tanggal 6 Mei 2020. Dengan libur yang semakin panjang ini, pemerintah daerah bekerja sama dengan para pengajar untuk segera menyiapkan sarana dan prasarana untuk kegiatan belajar bagi para siswa secara online dari rumah. 

Beberapa fasilitas umum milik pemerintah yang kegiatan operasionalnya ditutup sementara berkaitan dengan penetapan Status Keadaan Darurat ini seperti Community Centre, Gedung Pertemuan, dan Gedung Pertunjukan. Bahkan pusat pertokoan, dan juga Mall dan Department Store juga turut terdampak dengan tidak beroperasi sampai minggu pertama bulan Mei.

Tetapi pemerintah pusat dan daerah telah mengumumkan bahwa untuk toko penyedia bahan kebutuhan rumah tangga (supermarket, drugstore) tetap beroperasi untuk melayani masyarakat. Hal ini tentu melegakan bagi ibu rumah tangga seperti saya. 

Setelah di akhir bulan Februari lalu, terjadi panic buying di Tsukuba, kota tempat tinggal kami selama empat tahun terakhir, puji syukur hal ini tidak terjadi pada saat penetapan Status Keadaan Darurat pekan lalu. Kondisi supermarket dan drugstore cenderung normal. Yang berbeda hanyalah saat ini area kasir diberi tirai plastik dari tiang penyangga melebihi kepala orang dewasa, menjuntai ke bawah sampai bagian meja conveyor kasir sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran si virus.

Dengan masih beroperasinya supermarket memberikan sedikit rasa lega bagi para kaum ibu rumah tangga, karena tidak perlu berbelanja dalam jumlah besar alias nyetok untuk jangka waktu tertentu.

Berbelanja bahan makanan halal di Jepang bukanlah perkara mudah. Tidak banyak toko yang menyediakan bahan makanan yang berlogo halal. Hal ini tentu saja karena muslim merupakan kaum minoritas di Negara Sakura ini. Sehingga bila ada toko atau rumah makan yang menyediakan aneka produk halal di produk jualannya merupakan suatu hal yang istimewa bagi pengunjung muslim.

Tapi memang tidak dipungkiri dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan muslim yang datang ke Jepang, produk Halal kian hari terasa mudah dijumpai, banyak toko yang mulai menyediakan makanan/bahan makanan serta aneka bumbu berlogo halal. 

Salah satu toko langganan para keluarga muslim di Jepang adalah Gyoumu Supa. Di toko ini banyak menyediakan produk makanan, minuman dan bumbu berlogo hala. Produk-produk ini umumnya berasal dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia. 

Namun dengan adanya pandemic saat ini tentu banyak pertokoan atau bahkan rumah makan yang biasanya menyediakan makanan halal harus tidak bisa beroperasi sementara waktu karena mengikuti himbauan pemerintah setempat. 

Di sisi lain, pandemic ini hadir di kala musim dingin masih berlangsung di negara yang terkenal dengan olahraga Sumo ini. Musim dimana rasa lapar menjadi lebih cepat menghampiri. Sebenarnya sekarang sudah masuk musim semi, tetapi bagi penduduk yang berasal dari negara tropis suhu udara musim semi di Jepang tetap masih lebih dingin daripada suhu udara di Puncak, Kabupaten Bogor. 

Masa liburan anak yang lebih awal dan diperpanjang, aktivitas kantor/kampus yang dihimbau dilakukan dari rumah, pusat perbelanjaan ditutup, kondisi cuaca dingin membuat keinginan ngemil meningkat, serta toko/rumah makan yang menjual makanan halal berhenti beroperasi sementara waktu. Semua kondisi yang terjadi bersamaan ini tidak jarang menimbulkan kesulitan bagi para ibu rumah tangga. 

Berikut ini beberapa solusi dari Ibu Profesional Rantau di Asia. 

Ambil Nilai Positif Masa liburan Anak Diperpanjang. 

Waktu belajar dan bermain anak di rumah semakin bertambah. Hal ini bisa menambah kedekatan emosional serta bonding antara orang tua dan anak. Seperti kata pesan dari Bapak Dodik, pendiri Ibu Profesional, yakni banyakin main bareng, banyakin ngobrol bareng. 

Terapkan Kandang Waktu

Sebagai anggota Ibu Profesional, tentu kandang waktu sudah bukan istilah yang asing lagi. Kadang waktu atau pengaturan waktu sangat penting sekali. Kondisi anak yang lebih banyak di rumah tentu membuat jadwal kegiatan ibu ikut menjadi berubah. Dengan ibu menerapkan kandang waktu, aktivitas ibu manjadi lebih terencana, fokus, dan bersemangat untuk bisa mencapai tujuan. 

Tentukan Prioritas 

Tentukanlah mana aktivitas yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Menemani anak beraktivitas tentu menjadi hal yang lebih utama daripada mencuci piring. Dengan menetapkan prioritas hal yang penting dan perlu akan lebih cepat diselesaikan. 

Mengeksekusi Resep Masakan dari Rumah Belajar 

Rumah belajar yang hampir dimiliki oleh seluruh regional Ibu Profesional salah satunya adalah rumah belajar boga, meskipun nama rumah belajar ini bisa berbeda di antara regional. Resep-resep yang terkumpul di rumah belajar boga tentu sudah sangat banyak. Nah, daripada mencari resep di dunia maya, tentu lebih nyaman mencoba resep buatan atau rekomendasi teman kita di sesama Ibu Profesional. Selain kita mengetahui siapa yang membagikan resep, kita juga bisa bertanya langsung kepada teman jika ada kesulitan pada saat mengeksekusi resep. Selain itu kegiatan memasak bisa dilakukan dengan melihatkan anak. Anak tentu akan merasa senang dan  bahagia saat mereka diajak berkreasi dan bereksperimen di dapur. Kegiatan mengupas telur, menimbang tepung, menuang, mengaduk adalah beberapa aktivitas sederhana namun dapat memberikan manfaat bagi kecerdasan anak.

Ciptakan Peluang Bisnis

Selain mengeksekusi resep-resep dari Rumah Belajar Boga, hal lain yang juga berhubungan dengan makanan adalah mencoba menciptakan peluang bisnis di tengah Pandemic. Dengan makin banyaknya toko serta rumah makan yang menyediakan produk halal tidak beroperasi saat ini, bisnis menyediakan produk aneka makanan matang halal bisa menjadi pilihan. Setelah fokus dengan memasak menu makanan halal berbekal resep dari Rumbel. Menu makanan ini kemudian dibungkus / dikemasidengan rapat supaya tidak ada angin yang keluarmasuk. Kemudian makanan yang telah dikemas tadi bisa dipromosikan melalui media sosial untuk mendapatkan pelanggan.

Kondisi pandemic Covid-19 sedang mendera di banyak negara di dunia. Mari kita bersama-sama saling menjaga satu sama lain. Mari bekerja sama untuk mencegah makin meluasnya penyebaran virus. Hal yang sederhana seperti mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, menerapkan physical distancing bisa memberikan dampak yang besar untuk mengurangi tingkat penyebaran virus. Beberapa solusi di atas semoga  bisa menjadi alternatif untuk menciptakan keseruan bersama keluarga di rumah. 

Keluarga MultiMedia, Game Level 12-Day 10

Aplikasi selanjutnya yang aku sangat rasakan banyak sekali manfaatnya adalah WhatsApp.

Sebelumnya aku hanya menggunakan aplikasi ini untuk Media Komunikasi dengan keluarga serta kawan. Namun setelah pertengahan tahun 2018, semenjak bergabung dengan Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional, aku merasakan banyak perubahan saat menggunakan aplikasi ini.

Tak sekedar menjadi media penyampain kabar dari keluarga (suami, orang tua), aplikasi ini membuat saya terhubung dari beberapa teman muslimah di belahan bumi yang lain. Selain itu, melalui media WhatsApp, aku menjadi banyak mendapatkan ilmu serta wawasan yang lain, melalui Kuliah WhatsApp yang juga diadakan oleh Institut Ibu Profesional.

Komunikasi yang bisa dilakukan dengan WhatsApp adalah komunikasi antara dua oarang secara langsung (wapri) ataupun secara group. Sedangkan untuk komunikasi group, dapat memuat sampai 250 peserta/member.

Keluarga MultiMedia, Game Level 12-Day 9

Setelah di hari kedelapan sekilas memberi ulasan untuk aplikasi yang dipakai untuk komunikasi dalam keluarga supaya saat tidak berada di tempat yang sama, kami tetap bisa terhubung dan saling menjaga satu sama lain, di hari kesembilan ini aplikasi yang hendak sekelumit diulas adalah Zoom.

Aplikasi Zoom berlambang video putih dengan latar warna biru

Zoom adalah salah satu jenis platform aplikasi yang kerap dipergunakan untuk melakukan teleconference.

Dari symbol sebagai penanda aplikasi ini, dapat diketahui bahwa Zoom mengedepankan jenis komunikasi via video call. Untuk aplikasi gratisnya, waktu yang bisa dipergunakan untuk melakukan video meeting atau teleconference adalah selama 40 menit, berbeda dengan versi berbayar yang tidak ada batas waktunya.

Zoom sendiri dapat diakses dengan cara menginstall dari Google Play atau dengan berselancar di menu browser.

Cara menggunakannya cukup mudah. Setelah kita mengunduh atau membuka aplikasi Zoom, kita tinggal join meeting dengan memasukkan kode kelas yang telah ditentukan untuk bisa bergabung di group teleconference .

Saat sudah terhubung dan bergabung di kelas atau group teleconference, kita bisa menyetel tampilan nama, apakah hendak menghidupkan fitur kamera ataupun fitur suara. Bisa saja kita memilih menonaktifkan fitur kamera, karena mungkin saat itu kita tidak nyaman untuk menunjukkan penampilan kita kepada anggota teleconference lainnya. Atau saat sedang teleconference ada background suara yang bisa mengganggu jalannya proses , maka metode mute bisa dipilih.

Buat saya pribadi, saya mengenal aplikasi Zoom sekitar akhir tahun 2017,saat hendak mengikuti placement test kelas Tahsin Online di Jepang. Sungguh sangat menegangkan, pertama kali menginstall aplikasi untuk teleconference dan langsung dipakai untuk ujian untuk penentuan kelompok kelas Online. Alhamdulillah semua berjalan lancar.

Sampai saat ini, semakin banyak kelas online atau event lain yang menggunakan aplikasi zoom untuk bisa bertatap muka bersama-sama mesti berada dalam lokasi yang sama.

Keluarga MultiMedia, Game Level 12-Day8.

Aplikasi yang kami pergunakan untuk komunikasi kami sekeluarga adalah Line. Semenjak anak sulung kelas 6, ada beberapa hal yang menyebabkan kami menginstall aplikasi line ini pada ponsel yang ia pakai. Ponsel yang dilaunching sekitar 5tahun lalu di Indonesia ini, ternyata mumpuni untuk dipakai dengan sim card tertentu produksu negara Sakura.

Dengan aplikasi Line ini, kami bertiga bisa saling bertukar kabar untuk saling menjaga satu dengan yang lain. Meskipun saat pertama kali menggunakan line di ponsel anak sulung, aplikasi hanya bisa diakses saat ada wifi saja, tetapi sudah sangat memberikan manfaat untuk kami dapat berkomunikasi saat tidak berada di tempat yang sama.

Sampai akhirnya bulan Januari 2020 lalu, kami membelikan ponsel untuk anak sulung, Line tetap menjadi aplikasi pertama yang disemangatkan pada ponselnya.

Beberapa alasan kenapa kami menggunakan aplikasi Line. Dalam aplikasi ini bisa untuk melakukan chat secara pribadi maupun group / kelompok. Untuk satu group Line, bisa menampung sebanyak 50 peserta. Ini baru saja (sekitar satu pekan lalu saya ketahui saat hendak membuat group. Kemudian kita bisa memilih chat pribadi atau chat group mana saja yang hendak kita tandai supaya tetap berada di urutan paling atas. Buatku chat yang beranggotakan keluarga aku tandai di paling atas.

Saat masih di Indonesia, saya tidak terlalh familiar dengan aplikasi ini, karena di Indonesia aplikasi sosial media dipegang WhatsApp dan Messager.

Semenjak tinggal di Tsukuba, saya pun mulai menginstall Line di ponsel, karena kebanyakan orang Jepang, menggunakan line untuk saling berkomuniasi selain email

Keluarga MultiMedia, Kuliah Bunda Sayang Game Level 12-Day 7

Setelah mengikuti diskusi dari yang bertema Manajemen Gadget beberapa waktu lalu, aku berusaha untuk tidak terlalu banyak menginstall aplikasi pada ponsel. Selain karena kerap tidak terpakai, alasan lainnya adalah supaya tidak membebani ponsel dengan banyak aplikas, toh jarang banget aku pakai. Sehingga sejak saat itu, aku memang sedikit selektif dalam menginstall aplikasi.

Salah satu aplikasi yang terinstall dalam ponsel aku adalah Tacoboto Japanese Dictionary. Ini adalah salah satu aplikasi kamus bahasa Jepang yang cocok bagiku, setelah sebelumnya menginstall beberapa aplikasi yang sejenis.

Tacoboto Japanese Dictionary berlogo kepala gurita merah

Karena tahun 2016 mulai mengikuti kelas offline bahasa Jepang, kumerasa perlu menginstall aplikasi kamus di ponsel, dan terpilihlah aplikasi ini.

Berikut sedikit ulasannku untuk aplikasi Tacoboto Japanese Dictionary ini.

Pada tampilan utamanya bisa dilihat di gambar di bawah ini. Kita bisa memasukkan kata bahasa Jepang dengan huruf romanji (alfabet) ataupun dengan huruf bahasa Jepang (Hiragana, Katakana maupun kanji). Untukku lebih suka memasukkan kata yang ingin aku cari tahu arti di aplikasi ini dengan menggunakan huruf bahasa Jepang, Hiragana/Katakana.

Sebagai contoh, aku memasukkan kata のみなす. Dibaca nomimasu. Oh iya kata yang muncul adalah berupa kata bentuk kamus. Untuk nomimasu, kata bentuk kamusnya adalah のむ、nomu.

Dari kata nomu, ternyata akan muncul dua jenis huruf kanji. Artinya untuk kata nomu, ada dua jenis kanji yang sama-sama dibaca nomu, tetapi memiliki arti yang berbeda. Bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Setelah muncul apa saja kanji yang muncul dari kata nomu, kemudian kita pilih kanji yang maknanya sesuai dengan yang kita mau. Karena yang hendak kucari adalah kanji dengan arti meminum, maka kanji yang dipilih adalah yang atas, 飲む.

Setelah memilih kanji yang kita maksud, selanjutnya akan mucul beberapa menu pada bagian atas tampilan. Yakni, word, kanji, form dan phrase.

Di menu word, berisi hal yang menerangkan jenis kata tersbut. Apakah ia tergolong ke dalam kata kerja (transitif, kata kerja intransitif atau jenis kata kerja lainnya), kata sifat, atau kata benda atau keterangan.

Di bagian menu kanji, bila diklik akan muncul bagaimana cara penulisan kanji tersebut. Untuk diketahui bahwa masing-masing huruf kanji memiliki cara penulisan dan urutan tertentu. Dan saat menuliskannya kita harus mengikuti tata cara urutan penulisan kanji. Dalam bahasa Jepang, urutan penulisan huruf disebut dengan 書き順、kaki jyun.

Bagian menu ini merupakan bagian favorit saya. Karena semenjak mempelajari bahasa Jepang, saya tertarik dengan huruf kanji, alasan yang melatarbelakanginya adalah karena huruf ini unik dan setiap kanji memiliki maknanya sendiri,ssehingga tidak menimbulkan ambigu.

Di bagian menu form, berisi tentang perubahan kata yang bisa terjadi di kata yang telah kita pilih tadi, 飲む、nomu. Perubahan kata ini maksudnya adalah dari satu kata nomu, banyak perubahan kata yang bisa terjadi. Bila diumpakan kedalam bahasa Indonesia adalah seperti ini.

  • Minum
  • Sedang minum
  • Sudah selesai minum
  • Diminum
  • Tolong minum
  • Jangan melakukan minum
  • Minum!
  • Membuat orang lain untuk minum
  • Kalau minum
  • Kalau tidak minum
  • Ayo minum
  • Bisa meminum
  • Tidak bisa meminum

Banyak sekali bukan jenis perubahan kata yang terjadi dari setiap satu jenis kata dalam bahasa Jepang. Jangan diambil pusingnya..tapi camkan di dalam fikiran kita kalau hal ini adalah sebuah tantangan menarik.

Menu selanjutnya adalah phrase, disini berisi macam-macam contoh kalimat yang menggunakan kata のむ、nomu , yang telah kita pilih tadi.

Buat aku, aplikasi ini bagus digunakan sebagai bahan untuk belajar bahasa Jepang. Tampilannya yang simple membuatnya nyaman dilihat. Dibagian menu urutan penulisan kanji, juga mudah dipahami. Bagi kamu yang suka dan tertarik belajar tulisan Kanji bahasa Jepang, bisa langsung mencobanya ya.

Keluarga MultiMedia, Kuliah Bunda Sayang, Game Level 12-Day 6

Aplikasi selanjutnya adalah Google Translate. Adalah satu aplikasi yang sangat membantu kami saat pertama kali tiba di Tsukuba Jepang. Aplikasi untuk membantu para pendatang baru seperti kami yang belum bisa membaca tulisan Jepang (Hiragana, Katakana, dan Kanji) saat ada kebutuhan untuk memeriksa bahan baku (ingredients) suatu produk makanan. Aplikasi ini dipakai untuk mentranslate aneka huruf bahasa Jepang ke dalam bentuk bahasa Indonesia/Inggris atau bahasa lain.

Cara penggunaannya sangat mudah. Kita bisa menggunakan dengan cara scan gambar langsung dari fitur kamera atau scan dan dari gambar yang telah tersimpan di dalam galeri ponsel kita. Selain dengan metode scan, bisa juga menggunakan metode handwriting dengan memilih simbol ballpoint, bahkan langsung dari suara yang kita rekam pun juga bisa.

Aplikasi yang bisa sangat bermanfaat sekali buat saya pribadi. Tidak hanya untuk mengartikan bahan baku produk makanan saat sedang berbelanja di supermarket. Tetapi saya juga pergunakan untuk mengartikan surat-surat dari SD tempat anak sulung saya bersekolah.

Bahkan karena saking sukanya melihat tulusan Jepang, saat sedang berjalan kaki dan melihat papan pengumuman di trotoar atau selebaran kertas, saya langsung membuka aplikasi Google Translate ini, untuk mengetahui arti dari tulisan tersebut.

Setelah mulai bisa membaca dan memahami beberapa ratus kanji, saya tetap rajin menggunakan aplikasi ini. Ia dapat juga saya jadikan sebagai salah satu sarana untuk belajar bahasa Jepang, dimana saja dan juga kapan saja.

Keluarga MultiMedia, Kuliah Bunda Sayang Game Level 12-Hari Kelima

Saat ini kami sekeluarga tinggal di kota Tsukuba yang terletak di provinsi Ibaraki Jepang. Lokasi kota ini berjarak sekitar 72 Km di sebelah utara dari kota Metropolitan Tokyo, ibukota negara Jepang, dihitung dari Tsukuba Centre sampai dengan Tokyo Station.

Untuk mencapai Tokyo, selain menggunakan kendaraan pribadi, kami bisa menggunakan beberapa alternatif transportasi umum. Kendaraan umum dipilih karena di Tokyo lahan parkir untuk kendaraan sangat sedikit sehingga biaya untuk memarkirkan kendaraan menjadi mahal.

Tampilan Aplikasi di Ponsel setelah dikategorikan

Sekitar 2 bulan lalu, saya baru menggunakan aplikasi yang bernama えりたん、eritan. Itupun setelah diperkenalkan oleh anak sulung saya. Ini adalah aplikasi yang populer di kalangan mahasiswa Tsukuba University. Ia memperoleh informasi tentang aplikasi ini saat berdiskusi dengan teman-teman sekolahnya. Meskipun saat itu ia belum memiliki telepon seluler, tapi dari hasil diskusi ia cepat mengingat beberapa jenis aplikasi yang pernah ia diakusikan dengan teman di sekolahnya.

Aplikasi ini sebenarnya mirip dengan aplikasi yang saya ulas sebelumnya, iTsukuba for Android. Karena sama-sama merupakan aplikasi untuk menaiki transportasi umum di sekitar Tsukuba University. Yang membedakan adalah di えりたん tidak terbatas area kampus saja, tapi juga menjangkau sampai Tokyo (untuk Terminal Bus dan Stasiun Kereta Express). Selain itu di aplikasi ini jenis moda transportasinya tidak hanya bus, ada pula jadwal untuk kereta Express.

Tampilan awal aplikasi えりたん

Di bagian atas tampilan utama, ada symbol bus dan kereta. Ini menunjukkan ada dua jenis moda transportasi yang disediakan di aplikasi ini.

Saat kita klik symbol bus, maka akan muncul menu kemana halte bus yang akan kita tuju (sekitar area kampus, dan 1 Lokasi di Tokyo yaitu Terminal Yaesu Pintu Selatan, 東京駅八重洲南口).

Tampilan untuk memilih nama halte bus.

Oh iya, saya belum menyebutkan bahwa di aplikasi ini sangat praktis sekali. Ia bisa mengetahuu lokasi keberadaan kita, sehingga ia bisa memberikan pilihan halte bus mana yang terdekat dengan lokasi kita.

Setelah kita memilih halte tujuan, maka akan muncul tampilan jadwal bus yang akan datang untuk kita naiki.

Hal lain yang lebih unggul dibandingkan aplikasi iTsukuba for Android adalah, di えりたん, ada pilihan weekdays dan weekends. Karena jadwal bus dan kereta di Jepang umumnya akan berbeda saat hari kerja dan saat akhir pekan. Dalam bahasa Jepang weekdays disebut dengan 平日、heijitsu. Sedangkan weekends disebut dengan 週末, syuumatsu. Di tampilan えりたん、 tampilan hari kerja ditunjukkan dengan symbol 平, sedangkan untuk akhir pekan ditunjukkan dengan simbol 休、やすみ、yasumi (artinya libur atau istirahat).

Bila kita hendak menuju Tokyo dengan menggunakan moda kereta, aplikasi ini langsung memperlihatkan stasiun mana saja yang akan dilewati oleh kereta Tsukuba Express, yang biasa disingkat dengan TX.

Tampilan saat memilih simbol kereta.

Dari tampilan di atas, aplikasi えりたん akan memberikan pilihan jenis kereta yang pilih. Jangan bingung ya. Memang jenis jereta di Tsukuba hanya satu macam yakni Tsukuba Express, yang dimaksud beberapa adalah layanan Tsukuba Express terdiri dari tiga jenis, 通勤快速、tsuukin kaisou yang artinya rapid. 区間快速, kukan kaisoku yang artinya semirapid, dan 普通, futsuu yang artinya normal.

Rapid maksudnya bahwa kereta Tsukuba Express jenis ini dari stasiun Tsukuba sampai dengan stasiun Kita Senju (yang terletak Tokyo) ia tidak akan berhenti. Sedangkan semirapid, adalah jenis kereta yang antara Stasiun Tsukuba sampai Stasiun Kita Senju bisa berhenti di beberapa stasiun besar. Dan untuk futsu , ini adalah jenis kereta Tsukuba Express yang akan berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya.

Dari segi biaya ketiga jenis diatas biayanya sama. Iya, benar. Baik rapid, seTetapi dari segi waktu tempuh tentu saja jenis rapid lah yang paling cepat sampai. Sehingga untuk para pekerja kantoran yang lokasi pekerjaannya di Tokyo, akan banyak yang memilih jenis rapid karena akan lebih cepat sampai.

Kembali lagi ke ulasan aplikasi, buat warga yang tinggal di daerah Tsukuba, aplikasi ini sangat membantu untuk menentukan jadwal moda transportasi yang pas dan sesuai saat hendak bepergian ke Tokyo, baik untuk jalan-jalan ke tempat wisata yang terkenal di daerah Tokyo maupun untuk pergi ke Kedutaan Besar Indonesia yang terletak di Meguro Sinagawa Tokyo.

Keluarga MultiMedia, Kuliah Bunda Sayang Game Level 12-Hari Keempat

Aplikasi selanjutnya yang hendak saya ulas adalah iTsukuba for Android.

Ini adalah aplikasi tentang jadwal keberangkatan bus yang berada di kawasan Universitas Tsukuba Jepang. Jadi aplikasii ini biasanya hanya diinstal oleh mahasiswa atau keluarga mahasiswa yang tinggal di sekitar kawasan kampus.

Bus yang masuk je dalam jadwal ini pun terbatas, yakni bus bernomor C10, 筑波大学循環、 dibaca Tsukuba Daigaku Jyunkan. Yang artinya Tsukuba University Loopline, bus yang mengitari Universitas Tsukuba. Dan juga bus yang bernomor 10, 筑波大学~土浦、Tsukuba Daigaku ~ Tsuciura, jurusan Universitas Tsukuba sampai kota Tsuciura.

Untuk bus C10 sendiri ada dua rute, yakni 右回り, migi mawari, dan 左回りhidari mawari. Migi artinya kanan. Migi mawari artinya rute memutarnya searah jarum jam. Sedangkan hidari berarti kiri. Hidari mawari artinya rute memutar berlawanan dengan arah jarum jam.

Negara Sakura terkenal dengan sifat penduduknya yang sangat menghargai ketepatan waktu. Sehingga bila kita tiba di halte melebihi jam jadwal kedatangan bus, maka jangan heran apabila supir bus mau menunggu kita yang lari mengejarnya.

Dengan aplikasi ini, kami sangat terbantu sekali untuk mengatur dan memperkirakan waktu dalam bersiap-siap sehingga tidak ketinggalan bus.

Tampilan awal. Setelah memasukkan nama halte asal dan halte tujuan.

Cara penggunaannya juga mudah, kita tinggal memasukkan halte tempat asal dan halte tujuan yang kita inginkan. Setelah klik, nanti akan muncul jadwal bus yang akan datang di halte yang telah kita pilih tadi.

Muncul jadwal bus yang akan datang melewati halte asal yang kita pilih.
Disebutkan juga berapa lama lagi bus akan datang dari waktu saat kita membuka aplikasi.

Aplikasi ini sangat membantu keluarga saya sehari-hari. Untuk keperluan suami berangkat dan pulang kampus. Untuk anak sulung berangkat-pulang sekolah serta berkegiatan lain. Untuk saya pribadi saat hendak periksa ke RS, atau pergi ke kantor pos dan supermarket. Benar-benar sangat membantu.

Create your website at WordPress.com
Get started